Minggu, 30 Desember 2012

Guci Tegal

Mendengar kata tegal teringat akan istilah warteg (warung makan sederhana yang menyajikan hidangan ala indonesia) di kota tersebut Terbesit sebuah legenda disana, Yang terkenal dengan istilah GUCI. tepatnya diKabupaten tegal  jawa tengah terkenal dengan nama Guci. Guci Indah adalah Objek wisata yang berada di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Tidak hanya pemandian air panas saja yang menjadi primadona Ditegal ini . Tak jauh dari pemandian, terdapat air terjun setinggi 5 meter Guci berada 40 km di selatan kota Tegal jurusan Slawi, Purwokerto. Ada 13 pancuran umum dan 10 air terjun alam 

Untuk Menghilangkan rasa penasaran akhirkan saya dan Sahabat Bintang 7 menunggangi toyota avanza menuju guci, untuk menikmati keindahan alam disana serta mencicipi kehangatan air guci, tepat pukul 08:00 WIB dari Pulo Mas Jakarta timur Kami memulai perjalanan rute yang saya lewati kebutulan untuk Mengunjungi Guci Dari Jakartamenyusuri Bekasi - Karawang - Cikampek - Subang- Indramayu - Palimanan- Kanci - Pejagan - Brebes - Slawi - Bumi jiwa - Guci tepat pukul 14:30 kami sampai di lokasi




Kamis, 04 Oktober 2012

binary Search

Binary searsch digunakan umtuk mencari data yang sudah terurut, Pada prinsipnya, Binary Search adalah membandingkan (angka yang dicari) dengan angka yang berada tepat di tengah-tengah deretan angka yang sudah terurut. Jika sama, maka itulah yang dicari. Tapi jika tidak sama, maka deretan data dipecah menjadi dua blok: Blok bawah dan blok atas.



Algoritmanya sebagai berikut
1. Low (L) = 1    Hight (H) =N
2. L < = H maka kerjakan no3... selanjutnya  no 7
3. tentukan nilai tengah dengan rumus  mid=(L+H)div 2
4. Jika x '<' nilai tengah maka H=mid-1
5. Jika x '>' nilai tengah maka L=Mid+1
6. Jika x = H maka Nilai Tengah Yang di cari
7. Jika x > H maka pencarian gagal

*Keterangan:

Low  = Posisi awal data
Hight = Jumlah banyaknya data
X data yang dicari

Contoh 1.
Diketahui deretan data sebagai berikut:
elemen bilangan   : 11  12  13  14  15  16  17  18  19
jumlah elemen ke :  1    2    3   4     5    6    7    8    9

Dimana data yang di cari adalah 16 di urutan ke 6
Ditanya ,berapa kali pengulangan pencarian data dengan menggunakan tehnik Binary Search?.....
Jawaban:
Untuk lebih mudah mengilustrasikan kita buat tabel komplilasi dengan 4 atribut:

  Low                       Hight                           Middle                                   Compare data
    1                           9                       1+9/2=5 (lihat langkah3)   x yg dicari=16 >15(data ke5 pd Soal)       
5+1=6 (langkah5)      9                      6+9/2=7 (lihat langkah3)   x yg dicari=16 < 17(data ke7 pd Soal)
     6                      7-1=6(langkah4)   6+6/2=6 (lihat langkah3)   x yg dicari=16 = 16(data ke6 pd Soal)
penguangan selesai

Maka data 16 jika di cari dengan mengunakan Binary search akan menghasilkan 3 ilterasi

Contoh 2.
Diketahui deretan data sebagai berikut:
elemen bilangan   : 11  12  13  14  15  16  17  18  19
jumlah elemen ke :  1    2    3   4     5    6    7    8    9

Dimana data yang di cari adalah 15 di urutan ke 5
Ditanya ,berapa kali pengulangan pencarian data dengan menggunakan tehnik Binary Search?.....
Jawaban:
Low                       Hight                           Middle                                   Compare data
1                                9                       1+9/2=5 (lihat langkah6)   x yg dicari=15=15(data ke5 pd Soal) 
selesai

Maka data 16 jika di cari dengan mengunakan Binary search akan menghasilkan 1 ilterasi karena merupakan langnilai tengah.

Contoh 3.
Diketahui deretan data sebagai berikut:
elemen bilangan   : 11  12  13  14  15  16  17  18  19
jumlah elemen ke :  1    2    3   4     5    6    7    8    9

Dimana data yang di cari adalah 12 di urutan ke2
Ditanya ,berapa kali pengulangan pencarian data dengan menggunakan tehnik Binary Search?.....
Jawaban:
Untuk lebih mudah mengilustrasikan kita buat tabel komplilasi dengan 4 atribut:

Low                       Hight                           Middle                                   Compare data
   1                              9                     1+9/2=5 (lihat langkah3)   x yg dicari=12 < 15(data ke5 pd soal)
   1                      5-1=4(langkah4)    1+4/2=2 (lihat langkah3)   x yg dicari=12 = 12 (data ke2 pd Soal)
 Maka data 12 jika di cari dengan mengunakan Binary search akan menghasilkan 2 ilterasi karena merupakan langnilai tengah.

Contoh 4.
Diketahui deretan data sebagai berikut:
elemen bilangan   : 11  12  13  14  15  16  17  18  19
jumlah elemen ke :  1    2    3   4     5    6    7    8    9

Dimana data yang di cari adalah 11 di urutan ke1
Ditanya ,berapa kali pengulangan pencarian data dengan menggunakan tehnik Binary Search?.....
Jawaban:
Untuk lebih mudah mengilustrasikan kita buat tabel komplilasi dengan 4 atribut:

Low                       Hight                           Middle                                   Compare data
   1                              9                     1+9/2=5 (lihat langkah3)    x yg dicari=11< 15(data ke5 pd soal)
   1                   5-1=4(langkah4)         1+4/2=2 (lihat langkah3)  x yg dicari=11= 12(data ke2 pd Soal)
   1                   2-1=1(langkah4)         1+2/2=1 (lihat langkah3)  x yg dicari=11= 11(data ke1 pd Soal)

Jumat, 07 September 2012

Case Constanta dan Label



Kamis, 06 September 2012

menjumlahkan 2 buah matriks










array dimensi 2 dengan C++

Array dimensi 2 lanjutan.... Array dimensi dua ditandai dengan 2 komponen yaitu Bari dan Kolom
bentuk Umumnya tipe_data nama_data [index1] [index2]

Membuat larik tersruktur dengan rincian sebagai berikut

 misal untuk mencari nilai rata rata = (nilai tugas x 20%) + (nilai UTS x 40%) + (Nilai UAS x 40%)

penjabaranya:

#include
#include
#include

#include
main( )
{
int i;
char nama[20][50],nim[2][10];
int nilai1[5],nilai2[5],nilai3[5],nrata[5],jumdat;
clrscr( );
cout<<"Masukkan Jumlah Data : ";cin>>jumdat;
for(i=1;i<=jumdat;i++)
{
cout<<"Data Ke - "<cout<<"Masukkan NIM        : ";cin>>nim[i];
cout<<"Masukkan Nama       : ";cin>>nama[i];
cout<<"Masukkan NilaiTugas : ";cin>>nilai1[i];
cout<<"Masukkan NilaiUTS   : ";cin>>nilai2[i];
cout<<"Masukkan NilaiUAS   : ";cin>>nilai3[i];
nrata[i] = (nilai1[i] * 0.20)+ (nilai2[i] * 0.40)+(nilai3[i]*0.40);
cout<}
cout<<"----------------------------------------------------------"<cout<<"No. NIM  Nama        Nilai     Nilai     Nilai       Nilai"<cout<<"\t Mahasiswa  \ttugas  \tuts    \tuas     \tRata2"<cout<<"----------------------------------------------------------"<for(i=1;i<=jumdat;i++)
{
cout<cout<cout<cout<cout<cout<cout<}
cout<<"----------------------------------------------------------"<getch();
}





Rabu, 05 September 2012

array dimensi 1 dengan C++

Array merupakan sekumpulan variabel yang memiliki tipe data yang sama termasuk kedalam golongan tipe data terstruktur. misalnya sebuah array dinamakan sebagi arai A. dimana arai A memiliki Indeks yang berisi nilai ke 1, nilai ke 2, nilai ke 3 dst. contoh A [1 2 3 4 5]

contoh pembuatan array dalam C++

#include
#include
void main()
{
clrscr ();
 int A[5];
 int i;

 for(i=0;i<5 br="" i=""> {
cout<<"Masukkan Data "<>A[i];
 }
for(i=0;i<5 br="" i="">{
cout< "<}     getch () ;
}


#include 
#include adalah salah satu pengarah praprosesor yang tersedia pada C++. File-file yang berakhiran dengan .h disebut file header, yaitu file-file  deklarasi, seperti fungsi, variabel

-  Baris #include kehadiran baris tersebut akan terjadi kesalahan sewaktu program dikompilasi. karena menampil kan cout

- #include merupakan library dari bahasa C++ dengan kegunaan untuk memasukkan fungsi clrscr, getch, dll.

- void main() digunakan untuk menyatakan bahwa fungsi ini tidak memiliki nilai balik. Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi, yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. Pada fungsi void main() di atas, tidak ada argumen yang diberikan. Oleh karena itu tdak ada entri di dalam ().

- clrscr (); berfungsi agar program membersihkan layar pada saat program di jalankan

- int a[5] menunjukkan bahwa terdapat array dimensi 1 dengan banyak elemen 5yang bertipe integer.

- for(i=0;i<5 b="" i=""> menunjukan suatu kondisi dimana variabel i berinisialisasi 0 dengan kondisi variabel i lebih kecil daripada 5, program akan mengikuti dengan rumus j++ yang artinya j = j + 1

- cout<<"Masukkan Data "<>A[i]; Penggunaan cout merupakan sebuah obyek  didalam C++. Obyek ini disediakan oleh C++ untuk mengarahkan data ke standard output (normalnya adalah layar). Tanda “<<” merupakan sebuah operator yang disebut operator penyisipan atau peletakan. Operator ini akan mengarahkan operand (data) yang terletak di sebelah kanannya ke obyek yang terletak di sebelah kiri.masukan akan menginputkan data kedalamnya berupa variable i.



- cout< "< akan menunjukan Endl akan memindahkan kursor ke baris di bawahnya. pada array selanjutnya.

- getch(); digunakan untuk mengeksekusi blok instruksi dan statement yang telah ditetapkan sebelumnya.
 

maka outputnya sebagai berikut:








IF MAJEMUK

IF MAJEMUK \ IF –ELSE IF (LEBIH DARI 2 KONDISI)







































Kondisi penyeleksian if



Kegitan ini dilakukan ketika terjadi 2 kondisi jika kondisi benar makan dia akan mengikuti kondisi tersebut, selain itu dia akan berlanjut ke kondisi yang lain.


Penyeleksian kondisi, jika kondisi bernilai True/ benar maka perintah akan dijalankan sebaliknya jika tidak memenuhi kondisi syarat maka perintah akan diabaikan. Untuk menyebutkan syarat biasanya menggunakan operator relasi dan operator logika.


 

IF SEDERHANA (2 KONDISI)  

 





















































































Senin, 03 September 2012

Menghitung Luas persegi panjang, segitiga dan bujur sangkar dengan C++


Menghitung Luas Segi Panjang, Segitiga, Lingkaran dan trapesium



#include
    main()
{

int P, L, Luas;
clrscr;
cout<<"Program"<cout<<"==**======L.persegi.P======**=="<
cout<<"\n nilai Panjang=";cin>>P;
cout<<"\n nilai Lebar=";cin>>L;
L=P*L;
cout<<"\n nilai Luas="<getch();
}



silahkan dijalankan -----------------------------------------------------------------------

#include
#include
#include
    main()
{

int   S, Sisi, L;
clrscr;

cout<<"Program"<cout<<"==**======L.BujurSangkar=====**=="<
cout<<"\n nilai Sisi=";cin>>S;
cout<<"\n nilai Sisi=";cin>>Sisi;
L=S*Sisi;
cout<<"\n nilai Luas="<getch();
}




silahkan di jalankan --------------------------------------------------------------------------------

#include
#include
#include
    main()
{


int  A, T, L;
clrscr;
cout<<"Program"<cout<<"==**======L.Segitiga=======**=="<
cout<<"\n nilai Alas=";cin>>A;
cout<<"\n nilai Tinggi=";cin>>T;
L=A*T/2;
cout<<"\n nilai Luas="<getch();
}



..............................................................

#include
#include
#include
    main()
{

  int p,r,L;
  p=3.14;
  clrscr;
cout<<"Program"<cout<<"==**======L.Lingkaran======**=="<  cout<<"input r : ";
  cin>>r;
  cout<
  L=p*(r*r);
  cout<<"Luas Lingkaran = "<  getch();
  }


..................................................

#include
#include
#include

void main()
{
int a,b,t;
float l;
cout<<"Program"<cout<<"==**======L.Trapesium=====**=="<cout<<"Sisi Sejajar 1=";cin>>a;
cout<<"Sisi Sejajar 2=";cin>>b;
cout<<"Tinggi=";cin>>t;
l=0.5*a+b*t;
cout<<"Luas="<getch();
}



silahkan dijalan kan --------------------------------------------------------------------------
klo yang males nulis langsung aja di copy paste, yang Minat belajar silahkan di ikutin, klo ada yang salah tolong dibantu ya  .......

Rabu, 13 Juni 2012

PENERAPAN ICT PADA KWH METER LISTRIK PRABAYAR